Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Cerita Sutiyoso Sulap Lokalisasi Kramat Tunggak Jadi Jakarta Islamic Center

Cerita Sutiyoso Sulap
Skintific

1. Cerita Sutiyoso Sulap Latar Belakang Lokalisasi Kramat Tunggak

Gunung Sitoli News Cerita Sutiyoso Sulap Pada era pemerintahan Gubernur Ali Sadikin (1966–1977), Kramat Tunggak diresmikan sebagai kawasan lokalisasi prostitusi. Tujuannya: mengonsolidasikan praktik tersebut agar tidak tersebar dan mencemari wajah kota. Meski demikian, kawasan ini berubah menjadi salah satu lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, dengan ribuan wanita pekerja seks dan ratusan mucikari pada puncaknya


2. Penutupan dan Perlawanan Sosial

Desakan dari para ulama, tokoh masyarakat, dan penelitian sosial akademik menguatkan tekanan untuk menutup Kramat Tunggak. Akhirnya, pada 31 Desember 1999, Gubernur Sutiyoso menandatangani SK penutupan kawasan tersebut, sekaligus membebaskan lahannya untuk masa depan yang lebih cerah

Skintific

Kisah Jenderal Sutiyoso Dikepung 120 Kombatan GAM, Selamat Berkat Kata-Kata Ini : Okezone Nasional


Baca Juga: Polsek Siantar Selatan Hadiri Pembentukan Sekolah Lansia Aek Nauli, Sampaikan Pesan Kamtibmas

3. Visi Sutiyoso: Ubah Kegelapan Menjadi Cahaya

Ali Sadikin awalnya mencetuskan lokalisasi untuk “mempercantik” Jakarta. Namun sikap berubah ketika Sutiyoso memutuskan menggunakan lahan itu untuk mendirikan pusat keagamaan. Lewat forum lintas tokoh masyarakat pada 2001, ide membangun Jakarta Islamic Centre (JIC) lahir—bukan hanya sebagai masjid, tetapi simbol transformasi moral dan sosial


4. Cerita Sutiyoso Sulap Pembangunan & Arsitektur Islami

JIC resmi dibangun dan digunakan sejak 2003. Kompleks seluas 7 hektar ini memadukan arsitektur Ottoman-Middle Eastern dengan nuansa Betawi-Islami. Terdiri dari masjid 6.000 m² dan fasilitas pendidikan serta sosial, JIC dirancang sebagai pusat pengkajian Islam bertaraf internasional—“dari kegelapan menuju cahaya” (min al-ẓulūmāt ilā an-nūr)


5. Dampak Sosial & Rekonsiliasi

Keberadaan JIC membuka narasi baru. Kini, lokasi tempat “maksiat berjajar” menjadi pusat peradaban Islam di Jakarta Utara. Menurut H.Masyarakat aktif berkegiatan keagamaan dan sosial di sini.

  • Mantan pekerja seks mendapat kesempatan bekerja sebagai staf kebersihan atau keamanan, tanpa diskriminasi.

  • JIC tumbuh jadi tempat masjid berjemaah, pesantren kilat, seminar, donor darah, hingga forum komunitas pendidikan—menghidupkan makna spiritual yang selama ini hilang


6.Cerita Sutiyoso Sulap Landmark Peradaban & Legislasi Penegas

Di bawah kepemerintahan Gubernur Joko Widodo (sebelum menjabat presiden), JIC mendapat payung hukum lewat Perda No. 11/2014.  JIC juga menjadi rujukan pembangunan pusat serupa di berbagai daerah di Indonesia


Penutup: Metamorfosis Spektakuler Ibukota

Cerita Jakarta Islamic Centre lebih dari sekadar pembangunan megah—ia mencerminkan afirmasi sosial, pengendalian moral, dan pemulihan identitas.

Skintific