Trump Robohkan Sayap Timur Trump Robohkan Sayap Timur Gedung Putih: Proyek Ballroom Rp 5 Triliun Dimulai
Gunung Sitoli News – Trump Robohkan Sayap Timur memulai sebuah langkah kontroversial di Gedung Putih dengan memerintahkan pembongkaran total atau sebagian besar sayap timur Gedung Putih (East Wing) sebagai bagian dari proyek pembangunan ballroom negara terbesar dalam sejarah hingga kini.
Proyek ini menuai banyak perhatian karena menyentuh simbol nasional dan karena mekanisme persetujuannya yang dirasa minim pengawasan publik.
Fakta Utama Proyek
Ballroom yang direncanakan akan memiliki luas sekitar 90.000 kaki persegi (≈8.361 m²) — jauh lebih besar daripada ruang besar saat ini di Gedung Putih.
Biaya awal proyek disebut-sebut sekitar US$200 juta, namun kemudian naik menjadi US$300 juta (sekitar Rp 5 triliun + tergantung kurs) oleh Trump sendiri.
Pembangunan dimulai dengan pembongkaran (demolition) East Wing sejak 20 Oktober 2025, termasuk fasad dan bagian dalam sayap tersebut.
Gedung yang tertuang untuk dibongkar termasuk kantor Ibu Negara, ruang kerja stafnya, koridor kunjungan publik dan beberapa fasilitas dalam East Wing.
Trump menyatakan bahwa proyek ini tidak menggunakan uang pajak rakyat, melainkan dibiayai melalui sumbangan pribadi dan dari perusahaan swasta.
Baca Juga: Profil dan Sosok TMJ Malaysia yang Jadi Dalang Skandal Naturalisasi Hingga Disanksi FIFA
Reaksi dan Kontroversi
Banyak kelompok pelestarian sejarah (heritage) serta ahli arsitektur mengatakan bahwa langkah ini bisa melanggar prosedur pengawasan bangunan bersejarah.
Ketua komisi yang berwenang, National Capital Planning Commission (NCPC), yang dipimpin oleh orang yang ditunjuk Trump, menyatakan bahwa bagian pembongkaran bisa dilakukan tanpa persetujuan mereka terlebih dahulu — yang menimbulkan pertanyaan soal transparansi.
Trump Robohkan Sayap Timur Kalender & Tahapan Pekerjaan
Persiapan lahan (clearing trees, pengamanan area) telah dimulai sejak September 2025.
Rencana pembangunan vertikal dan pengisian ballroom diperkirakan akan berlangsung hingga sebelum akhir masa jabatan Trump, yaitu Januari 2029.
Kesimpulan
Dengan memulai pembongkaran sayap timur Gedung Putih, Trump menghadirkan proyek spektakuler yang akan mengubah salah satu simbol nasional Amerika Serikat.
Proyek Ballroom Terbesar dalam Sejarah Gedung Putih
Menurut laporan Reuters dan The Washington Post, ballroom baru ini akan memiliki luas sekitar 8.300 meter persegi, menjadikannya salah satu ruang acara terbesar yang pernah dimiliki Gedung Putih.
Trump menyebut proyek tersebut sebagai bagian dari “modernisasi” kompleks kepresidenan yang sudah berusia lebih dari dua abad.
Kita akan memiliki ballroom paling indah dan terbesar di dunia, tempat Amerika menyambut para pemimpin global dengan cara yang pantas,” ujar Trump di depan wartawan di South Lawn, Selasa (21/10).
Ballroom itu dirancang memiliki desain klasik dengan sentuhan emas khas gaya Trump, lengkap dengan atap kristal raksasa dan sistem keamanan canggih yang terintegrasi dengan bunker bawah tanah.
Trump Robohkan Sayap Timur Dibiayai Dana Swasta
Gedung Putih menegaskan proyek ini tidak menggunakan dana APBN Amerika Serikat, melainkan dibiayai dari donasi perusahaan dan individu pendukung Trump. Meski demikian, detail sumber dana belum dibuka ke publik, sehingga memicu kritik soal transparansi.
Menuai Kecaman dari Aktivis Pelestarian Sejarah
Langkah pembongkaran sayap timur memicu protes dari sejumlah kelompok pelestarian sejarah. Mereka menilai proyek ini melanggar prinsip perlindungan situs bersejarah nasional.
“East Wing adalah bagian integral dari warisan arsitektur Amerika. Merobohkannya berarti menghapus bagian penting dari sejarah,” ujar Rachel Adams, Direktur National Trust for Historic Preservation.
Namun pihak Gedung Putih menegaskan hanya sebagian struktur lama yang dihancurkan. Trump juga berencana menambah jembatan kaca penghubung antara ballroom dan bangunan utama Gedung Putih.






