Pecahkan Rekor Rusia dan Jepang Diselimuti Salju Paling Tebal
Gunung Sitoli News – Pecahkan Rekor Rusia Kedatangan musim dingin tahun ini menghadirkan kejadian alam yang luar biasa. Dua negara, Rusia dan Jepang, mencatatkan fenomena cuaca ekstrem yang menarik perhatian dunia dengan tebalnya salju yang melanda wilayah mereka. Tidak hanya sekadar hujan salju, tetapi kedua negara ini berhasil memecahkan rekor salju tertebal dalam sejarah cuaca di wilayah tersebut.
Salju Tebal Menutupi Wilayah Rusia
Pada bulan Januari 2026, Rusia, yang terkenal dengan musim dinginnya yang keras, melaporkan fenomena salju yang sangat ekstrem. Sebagian besar wilayah utara dan Siberia tertutup lapisan salju tebal yang mencapai rekor tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Di beberapa daerah, ketebalan salju bahkan tercatat lebih dari 2 meter, memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada tahun 1989.
Menurut Badan Meteorologi Rusia, salju yang turun ini disebabkan oleh kombinasi cuaca dingin ekstrem dan perubahan pola angin global. Salju yang terus-menerus turun selama beberapa minggu telah mengganggu kehidupan sehari-hari, dengan jalan-jalan tertutup dan aktivitas transportasi terhenti di banyak daerah. Namun, fenomena ini juga memunculkan keindahan alam yang luar biasa, dengan pemandangan salju yang menutupi pohon-pohon raksasa di hutan Siberia dan membentuk lapisan tebal di atas sungai-sungai beku.
Pihak berwenang Rusia mengimbau warganya untuk tetap waspada, terutama di daerah yang lebih terpencil, di mana salju tebal dan angin kencang menyebabkan gangguan besar pada sistem listrik dan komunikasi. Namun, banyak juga penduduk yang memanfaatkan situasi ini untuk beraktivitas di luar ruangan, seperti bermain ski dan snowboarding, serta melakukan foto-foto indah di tengah salju yang tebal.
Baca Juga: Butuh 200 Huntap di Gunungsitoli dan Sibolga untuk Korban Banjir Sumut
Jepang: Salju Tertinggi dalam Sejarah
Tidak hanya Rusia, Jepang juga mengalami fenomena serupa. Di wilayah utara Jepang, khususnya di Hokkaido dan beberapa bagian wilayah Honshu, salju turun dengan intensitas yang luar biasa. Di beberapa tempat, salju mencapai ketebalan lebih dari 1,8 meter, mengalahkan rekor tertinggi yang tercatat pada tahun 2014.
Kota Sapporo, ibu kota Hokkaido, tercatat mengalami salju yang sangat lebat, dengan hujan salju yang terus turun selama hampir dua minggu penuh. Meskipun cuaca ekstrem ini menyebabkan beberapa masalah, seperti tertutupnya jalan raya dan keterlambatan transportasi umum, salju tebal di Jepang juga menjadi daya tarik wisata.
Dampak Salju Tebal terhadap Kehidupan Sehari-hari
Fenomena cuaca ekstrem ini membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat di kedua negara. Di Rusia, selain gangguan pada transportasi dan sistem kelistrikan, salju yang terlalu tebal juga menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur.
Di Jepang, meskipun salju memberikan keindahan dan daya tarik wisata, namun salju yang sangat tebal juga menimbulkan tantangan tersendiri. Pembersihan jalan dan fasilitas umum membutuhkan waktu lebih lama, sementara ribuan orang mengalami penundaan perjalanan akibat tertutupnya jalur-jalur kereta dan bandara. Walau begitu, pemerintah setempat memberikan perhatian khusus untuk memastikan keselamatan warganya dengan menyediakan layanan darurat dan mengatur jalur transportasi agar tetap beroperasi dengan baik.






