Jenazah Pegawai KKP Penumpang Pesawat ATR 42-500 Tiba di Jakarta untuk Persemayaman
Gunung Sitoli News – Jenazah Pegawai KKP Penumpang salah satu korban tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang terjadi di pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin malam (21/01). Korban yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rina Fitria, berusia 34 tahun, menjadi salah satu dari 20 penumpang yang tewas dalam kecelakaan tersebut. Rina yang bertugas sebagai staf pengelola data dan sistem informasi di KKP, diketahui sedang dalam perjalanan dinas untuk menghadiri sebuah seminar terkait pengelolaan sumber daya kelautan di Makassar.
Kedatangan jenazah Rina disambut oleh keluarga, kolega, serta pejabat KKP yang merasa kehilangan atas tragedi ini. Proses pemulangan jenazah dari Sulawesi Selatan menuju Jakarta berlangsung dengan penuh haru, diiringi doa dan penghormatan dari rekan-rekan kerjanya di KKP.
Kejadian Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Pesawat ATR 42-500 yang diterbangkan oleh maskapai Wings Air mengalami kecelakaan pada Jumat pagi (19/01), setelah kehilangan kontak dengan menara pengawas saat dalam perjalanan dari Makassar menuju Buluo. Pesawat ini membawa 17 penumpang dan 3 awak kabin, namun hanya sebagian yang berhasil ditemukan setelah tim SAR melakukan pencarian intensif di wilayah yang sangat sulit dijangkau.
Dari total korban, Rina Fitria adalah salah satu penumpang yang tidak berhasil diselamatkan. Jenazahnya ditemukan di lokasi kecelakaan bersama dengan jenazah korban lain pada Minggu malam (21/01). Setelah dilakukan identifikasi, jenazah Rina dibawa ke Bandara Sultan Hasanuddin untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk disemayamkan di rumah duka.
Baca Juga: Diajukan Maret 2025 Sumbar Punya Wilayah Pertambangan Rakyat 301 Blok
Jenazah Pegawai KKP Sambutan Keluarga dan Rekan Kerja
Setiba di Jakarta, jenazah Rina langsung dibawa ke rumah duka di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, untuk dilakukan prosesi persemayaman. Suasana di rumah duka tampak haru, dengan keluarga, kolega, serta teman-teman seprofesi Rina hadir memberikan penghormatan terakhir. Kepergian Rina, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan penuh dedikasi, meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya.
“Kami semua sangat kehilangan. Rina adalah sosok yang sangat berdedikasi. Setiap kali ada masalah, dia selalu menjadi orang yang pertama untuk mencari solusi. Kecelakaan ini adalah kehilangan besar bagi KKP dan juga bagi keluarga besar kami,” kata Rudi, dengan mata berkaca-kaca.
Kepergian yang Menghentak Dunia KKP
Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kehilangan ini. Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, mengungkapkan rasa duka yang mendalam melalui akun media sosialnya. “Rina adalah sosok yang penuh semangat dan memiliki komitmen luar biasa dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kami sangat kehilangan seorang pegawai yang begitu berdedikasi dalam pengelolaan sumber daya kelautan. Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tulis Susi Pudjiastuti.
Jenazah Pegawai KKP Penghormatan Terakhir dan Prosesi Pemakaman
Prosesi pemakaman ini juga akan dihadiri oleh pejabat KKP serta perwakilan dari berbagai lembaga pemerintah yang turut menyampaikan rasa belasungkawa.
Kepergiannya menjadi pengingat bahwa dalam setiap tugas dan profesi, ada tantangan dan risiko yang harus dihadapi. Namun, dedikasi dan semangat untuk terus memberikan kontribusi bagi negara akan selalu dikenang.
Tragedi yang Menggugah
Badan Transportasi Udara Indonesia telah memulai investigasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat tersebut.






