1. Sampai Tepuk Tangan & Sorak Gembira: Suasana Pengungsian di Surin
Gunung Sitoli News Sampai Tepuk Tangan Saat diumumkan bahwa Thailand dan Kamboja telah sepakat melakukan gencatan senjata tanpa syarat yang berlaku dini hari 29 Juli 2025, suasana pengungsian di Provinsi Surin langsung berubah menjadi penuh harapan. Penduduk yang mengungsi dari Teerpahom Dong Rak dan sekitarnya bereaksi dengan tepuk tangan, sorakan, dan kabar kegembiraan bahwa mereka bisa segera kembali pulang. Salah seorang pengungsi, Bualee Chanduang, bahkan berteriak:
“That’s so great!” dan “We won!”
Apa kata mereka?
-
Usa Dasri, petani dan pedagang lokal, menyatakan:
“…kami semua akan sangat bahagia bisa kembali rumah… saya merasa senang dan sedikit lega.”
-
Chhuot Nhav, warga Kamboja pengungsi di sebelah perbatasan, merindukan rumahnya:
“Anak-anak bisa kembali sekolah, hewan peliharaan bisa dirawat, dan aktivitas sehari-hari kembali normal.”
2. Latar Konflik & Dampak Terhadap Warga Sipil
-
Konflik awal terjadi pada 24–28 Juli 2025, dipicu oleh ledakan ranjau darat yang melukai tentara Thailand, memicu pertukaran tembakan dan serangan artileri intens di zona perbatasan Ta Muen Thom dan wilayah hutan lainnya.
-
Akibatnya, setidaknya 35–38 jiwa tewas, puluhan warga terluka, serta lebih dari 260.000 pengungsi dari kedua sisi perbatasan.
Baca Juga: Sempat Jadi Pusat Pemerintahan Tertua, Pulau Banyak Barat Kini Kecamatan Termuda di Aceh Singkil
3. Pencapaian Diplomasi: Gencatan Senjata Internasional
Kesepakatan gencatan senjata tercapai di Putrajaya, Malaysia pada 28 Juli 2025, melalui mediasi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dengan dukungan diplomatik dari Amerika Serikat (Trump, Rubio) dan China. Gencatan ini berlaku secara langsung tanpa syarat mulai pukul 00:00 WIB Selasa dini hari.
4. Sampai Tepuk Tangan Reaksi Warga Sisi Thailand & Kamboja
| Lokasi Pengungsi | Reaksi & Harapan |
|---|---|
| Surin, Thailand | Warga bersorak dan tepuk tangan setelah mendengar pengumuman gencatan senjata. |
| Phumi Bak Thkav, Kamboja | Pengungsi rindu rumah, ingin merawat ternak dan anak-anak kembali ke sekolah. |
Meski bahagia, sebagian warga mengaku masih skeptis apakah perdamaian akan bertahan. Banyak yang merasa kondisi gencatan senjata itu rapuh apabila tidak dibarengi niat tulus kedua pihak. Sampai Tepuk Tangan Langkah Lanjutan & Harapan Jangka Panjang
Kesimpulan
Berita tentang gencatan senjata membawa reaksi spontan dari pengungsi Thailand dan Kamboja—tepat di malam pengumuman, tepuk tangan dan sorak kegembiraan memenuhi pusat evakuasi. Namun densitas trauma dan kekhawatiran akan kemungkinan pelanggaran damai tetap mengemuka, menandai bahwa harapan kembali pulang hadir bersama kewaspadaan yang tersembunyi.
