1. Lebih 4.000 Ijazah Pelajar Tertahan, Program Tebus Ijazah Diupayakan Wali Kota Medan”
Gunung Sitoli News Lebih 4.000 Ijazah Pelajar Pemerintah Kota Medan telah meluncurkan Program Tebus Ijazah untuk membantu pelajar kurang mampu yang ijazahnya tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan di sekolah swasta. Program ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, dan menyasar siswa SD serta SMP yang ijazahnya tertahan sejak lulusan tahun 2008 hingga 2024
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota mencatat lebih dari 4.000 ijazah tertahan, namun tahun ini baru dapat menebus 168 ijazah dari target 400 orang: terdiri dari 37 ijazah SD dan 131 ijazah SMP, masing-masing maksimal bantuan Rp 2,5 juta per siswa
2. Perspektif Administratif: Mekanisme Verifikasi dan Penyaluran Bantuan
Dinas Pendidikan melakukan verifikasi calon penerima berdasarkan data siswa dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta batas bantuan Rp 2,5 juta per ijazah. Verifikasi bertujuan menjaga ketepatan sasaran dan transparansi penyaluran
Baca Juga: Ramai Isu Amplop Kondangan Bakal Dipajaki Pemerintah, Anggota DPR RI Meradang, Begini Katanya
3. Human Interest: “Impian yang Mundur Karena Ijazah Tak Keluar”
Tanpa ijazah, akses ke jenjang lanjutan atau pekerjaan non-formal terhambat. Dengan tebus ijazah, harapan itu kembali menyala.
“Ini bukan sekadar administrasi, tapi soal masa depan anak-anak kita,” ucap Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP, Prayogi, S.Pd., M.Pd., mewakili Wali Kota Medan
4. Komparasi Program: Inovasi Tebus Ijazah di Beberapa Kota
-
DKI Jakarta menyalurkan Rp 1,69 miliar untuk 488 siswa, dan menyatakan masih ada lebih dari 6.600 ijazah tertahan hingga April–Mei 2025
-
Solo dan Surabaya juga menjalankan program serupa.
-
Sementara itu Pemkot Cilegon menebus ijazah 192 siswa dengan dana sekitar Rp 200 juta melalui sinergi dengan Baznas
Kota Medan bergerak seiring gelombang nasional, menindaklanjuti tanggung jawab sosial pemerintah daerah terhadap pendidikan.
5.Lebih 4.000 Ijazah Pelajar Analisis Dampak: Mengurangi Angka Putus Sekolah dan Diskriminasi Ekonomi
Program ini membuka akses pendidikan yang lebih setara bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Tanpa ijazah, seorang lulusan mungkin bisa stagnan atau gagal memasuki dunia kerja formal atau melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
Angka > 4.000 ijazah tertahan menunjukkan tantangan serius dalam sektor pendidikan swasta, terutama soal biaya. Dengan pembiayaan yang terbatas di 2025, Medan memulai dengan 168 ijazah—langkah kecil namun berarti sebagai langkah awal perubahan struktural.
Lebih 4.000 Ijazah Pelajar Ringkasan Program Tebus Ijazah Medan
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Target | 400 ijazah di SD & SMP swasta |
| Tercapai per 24 Juli 2025 | 168 ijazah sudah ditebus |
| Jumlah total tertahan | > 4.000 ijazah sejak lulusan 2008–2024 |
| Jenis Bantuan | Maksimal Rp 2,5 juta per ijazah |
| Metode Verifikasi | Berdasarkan DTSEN & tunggakan ≤ Rp 2,5 juta |
| Penyaluran | Lewat sekolah, orang tua hadir atau pengiriman ber-BAP |
| Tujuan Utama | Mengurangi putus sekolah & mendukung keadilan akses pendidikan |
Kesimpulan
Dengan target awal 400 siswa dan dukungan sistematis dari Pemko Medan dan Dinas Pendidikan, program ini menawarkan harapan bagi ribuan pelajar yang ijazahnya tertahan. Meskipun tantangannya besar, rencana ini membuka pintu bagi generasi muda untuk tetap melanjutkan pendidikan atau bekerja tanpa hambatan administratif.




